You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Lurah dan Camat Diminta Percepat Penertiban di Bantaran Kali
photo Doc - Beritajakarta.id

Lurah dan Camat Diminta Percepat Penertiban di Bantaran Kali

Dinas Tata Air DKI Jakarta meminta kepada lurah dan camat yang wilayahnya dilewati oleh kali terus melakukan penertiban bangunan yang ada di bantarannya. Ini untuk mempercepat proses normalisasi, untuk mengurangi banjir Ibukota.

Saat ini alat kita sudah dibagi di 13 sungai di DKI, semuanya prioritas. Kadang mau masuk ke sungai terkendala akses rumah warga tersebut

"Karena upaya normalisasi menjadi terhalang. Makanya peran serta camat dan lurah untuk menertibkan bangunan yang melanggar aturan," ujar Teguh Hendrawan, Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta, Selasa (4/10).

505 Bangunan di Jaksel Langgar Garis Sempadan Kali Krukut

Teguh mengatakan, jika saat akan dinormalisasi alat tidak bisa bekerja karena bangunan milik masyarakat. Sehingga seluruh bangunan yang tidak sesuai harus segera ditertibkan agar normalisasi bisa berjalan.

"Saat ini alat kita sudah dibagi di 13 sungai di DKI, semuanya prioritas. Kadang mau masuk ke sungai terkendala akses rumah warga tersebut," tandasnya.

Normalisasi saat ini bisa terlihat di sejumlah sungai yang ada di DKI. Beberapa sungai yang masih banyak bangunan di bantaran seperti di Kali Krukut, Kali Grogol, Kali Sunter dan Kali Cipinang.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6855 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5675 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3301 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2124 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1893 personAnita Karyati